Senin, 10 November 2014

PENGERTIAN SANITASI

PENGERTIAN SANITASI

Pengertian sanitasi ada beberapa yaitu:
  1. Sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.
  2. Upaya menjaga pemeliharaan agar seseorang, makanan, tempat kerja atau peralatan agar hygienis (sehat) dan bebas pencemaran yang diakibatkan oleh bakteri, serangga, atau binatang lainnya.
  3. Menurut Dr.Azrul Azwar, MPH, sanitasi adalah cara pengawasan masyarakat yang menitikberatkan kepada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mungkin mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.
  4. Menurut Ehler & Steel, sanitation is the prevention od diseases by eliminating or controlling the environmental factor which from links in the chain of tansmission.
  5. Menurut Hopkins, sanitasi adalah cara pengawasan terhadap factor-faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap lingkungan.
Dari beberapa pengertian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha-usaha kesehatan lingkungan hidup manusia. Sedangkan hygiene adalah bagaimana cara orang memelihara dan juga melindungi diri agar tetap sehat.

Sanitasi : Usaha kesehatan prevenif yang menitikberatkan kegiatan kepada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.
KEGIATAN SANITASI
ada beberapa aspek di  Sanitasi yaitu:
1. Air limbah
    limbah domestik/ non-domestik
    - akses air limbah
    - pengolahan dan tata letak pembuangan tinja

2. Sampah
    - tempat penumpukan sampah. terutama yang ada di pemukiman
    - pengolahan sampah, dengan program  3R.
 
3. Drainase
    - letak, kondisi, dan standarisasi Drainase primer, sekunder, dan tersier terutama di tempat administrasi.
    - pengawasan terhadap kondisi air (ketinggian air).


AIR LIMBAH

Beberapa hal yang berkaitan dengan pengertian dan kegiatan yang berhubungan dengan limbah cair menurut PP 82 tahun 2001 yaitu :
1.      Air adalah semua air yang terdapat diatas dan dibawah permukaan tanah, kecuali air laut dan fosil.
2.      Sumber air adalah wadah air yang terdapat diatas dan dibawah permukaan tanah, seperti, mata air, sungai, rawa, danau, waduk, dan muara.
3.      Pengelolaan kualitas air adalah upaya pemeliharaan air sehingga tercapai kualitas air yang diinginkan sesuai peruntukannya untuk menjamin kualitas tetap dalam kondisi alamiahnya.
4.      Pengendalian pencemaran air adalah upaya pencegahan dan penanggulangan pencemaran air serta pemulihan kualitas air untuk menjamin kualitas air agar sesuai dengan baku mutu air.
5.       Pencemaran air adalah masuknya  makhluk hidup, zat, energy, dan atau komponen lain kedalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
6.       Limbah cair adalah sisa dari sutu hasil usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair.
7.      Baku mutu limbah cair adalah, ukuran batas atau kadar unsure pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam limbah cair yang akan dibuang atau dilepas kedalam sumber air dari suatu usaha atau kegiatan.

Alat pembuangan air kotor dapat berupa :
-    Kamar mandi, washtafel, keran cuci
-    WC
-    Dapur
Air dari kamar mandi tidak boleh dibuang bersama sama dengan air dari WC maupun dari dapur. Sehingga harus dibuatkan seluran masing-masing.
Diameter pipa pembuangan dari kamar mandi adalah 3” (7,5 cm), pipa pembuangan dari WC adalah 4”(10 cm), dan dari dapur boleh dipakai diameter 2”(5cm). pipa pembuangan dapat diletakkan pada suatu “shaft”, yaitu lobang menerus yang disediakan untuk tempat pipa air bersih dan pipa air kotor pada bangunan bertingkat untuk memudahkan pengontrolan. Atau dapat dipasang pada kolom-kolom beton dari atas sampai bawah.  Setelah sampai bawah, semua pipa air kotor harus merupakan saluran tertutup di dalam tanah agar tidak menimbulkan wabah penyakit dan bau tak sedap.
Dibawah lantai, semua pipa sanitasi diberi lobang control, yang sewaktu-waktu dapat dibuka bila terjadi kemacetan. 

KEGIATAN SANITASI YANG DAPAT DILAKUKAN DIRUMAH
LIMBAH TINJA
SEPTICTANK
Sistem septic tank sebenarnya adalah sumur rembesan atau sumur kotoran. Septic tank merupakan sitem sanitasi yang terdiri dari pipa saluran dari kloset, bak penampungan kotoran cair dan padat, bak resapan, serta pipa pelepasan air bersih dan udara. 
Hal-hal yang yang harus diperhatikan saat pembangunan septic tank agar tidak mencemari air dan tanah sekitarnya adalah : 
1.      Jarak minimal dari sumur air bersih sekurangnya 10m.
2.      Untuk membuang air keluaran dari septic tank perlu dibuat daerah resapan dengan lantai septic tank dibuat miring kearah ruang lumpur.
3.      Septic tank direncanakan utuk pembuangan kotoran rumah tangga dengan jumlah air limbah antara 70-90 % dari volume penggunaan air bersih.
4.      Waktu tinggal air limbah didalam tangki diperkirakan minimal 24 jam.
5.      Besarnya ruang lumpur diperkirakan untuk dapat menampung lumpur yang dihasilkan setiap orang rata-rata 30-40 liter/orang/tahun dan waktu pengambilan lumpur diperhitungkan 2-4 tahun.
6.      Pipa air masuk kedalam tangki hendaknya selalu lebih tinggi kurang lebh 2.5 cm dari pipa air keluar.
7.      Septic tank harus dilengkapi dengan lubang pemeriksaan dan lubang penghawaan untuk membuang gas hasil penguraian.
Agar septic tank tidak mudah penuh dan mampat, awet dan tahan lama perlu diperhatikan hal berikut :
1.      Kemiringan Pipa
Kemiringan pipa menentukan kelancaran proses pembuangan limbah. Selisih ketinggian kloset dan permukaan air bak penampung kotoran minimal 2 %, artinya setiap 100cm terdapat perbedaan ketinggian 2cm.
2.      Pemilihan Pipa yang tepat
Pipa saluran sebaiknya berupa PVC. Ukuran minimal adalah 4 inchi. Rumah yang memiliki jumlah toilet yang banyak sebaiknya menggunakan pipa yang lebih besar. Perancangan saluran diusahakan dibuat lurus  tanpa belokan, karena belokan atau sudut dapat membuat mampat.
3.      Sesuaikan Kapasitas Septic tank
Untuk rumah tinggal dengan jumlah penghuni empat orang, cukup dibuat septic tank dengan ukuran (1.5×1.5×2)m. bak endapan dan sumur resapan bias dibuat dengan ukuran (1x1x2)m. semakin banyak penghuni rumah maka semakin besar ukuran yang dibutuhkan.
4.      Bak Harus Kuat dan Kedap Air
Septic tank harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap korosi, rapat air dan tahan lama. Konstruksi septic tank harus kuat menahan gaya-gaya yang timbul akibat tekanan air, tanah maupun beban lainnya.

Mengurangi sampah :
3R adalah salah satu caranya.
R= Reduce ( mengurangi)
R= Reuse (memakai kembali)
R= Recycle (mendaurulang)
·         Contoh Reduce, mengurangi dalam arti mengurangi sampah yang bisa kita kurangi dari hal sekecil apapun.
·         contoh Reuse memakai barang yang bisa kita pakai kembali, misalnya jika kalian ke swalayan gantilah tas   belanja plastik dengan kain, agar bisa dipakai lagi. 
·         contoh Recycle mendaurulang sampah. mulai sekarang saya menerapkan teori "ubah sampah jadi berkah"




HASIL PENELITIAN SANITASI LINGKUNGAN DI SEKITAR RUMAH
A.     Factor Sosial Ekonomi
1.      Umur
Umur atau usia yang di miliki masyarakat sekitar yaitu sebagian besar atau rata-ratanya (15 tahun - 50’an) usia dewasa sampai lansia karena kebanyakan anak-anak sekolah, kuliahan dan usia lanjut yang telah hidup lama. Dengan demikian secara fisik, rata-rata responden mempunyai potensi besar untuk melakukan pengelolaan sumberdaya alam.
2.      Pendidikan
Pendidikan yang di maksud adalah jenjang pendidikan formal yang di miliki responden. Dan kebanyakan terdapat pendidikan jenjang sekolah atas (SMA).
3.      Pendapatan
Pendapatan juga merupakan salah satu factor social ekonomi yang memperngaruhi dari suatu sanitasi masyarakat. Karena untuk kehidupan yang layak dan mampu di miliki responden untuk menciptakan sanitasi yang baik.

B.      Persepsi Masyarakat Mengenai Sanitasi Sekitar Rumah
1.      Pemahaman masyarakat tentang lingkungan hidup
Pemahaman mengenai pengertian lingkungan hidup, pemahaman tentang lingkungan yang rusak, dampak lingkungan yang rusak, upaya pengelolaan lingkungan yang sudah rusak yang di miliki masyarakat sekitar rumah yaitu 80% tahu. Jadi tingkat pemahaman masyarakat tentang lingkungan hidup adalah pada umumnya sudah tahu. Sehingga mudah terkontrol dan cukup baik untuk masyarakat lebih menciptakan lingkungan yang sehat.
2.      Tentang kebersihan lingkungan
Persepsi masyarakat tentang kebersihan lingkungan masih rendah yaitu sekitar 50%. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di sekitar rumah sangat kurang memperhatikan kebersihan lingkungan yang seharusnya di jaga, lingkungan yang kotor akan menjadi tempat berkembangbiakan berbagai macam mikroorganisme, bakteri dan virus, lingkungan yang kotor akan memberikan dampak negative terhadap kesehatan masyarakat, sehingga peran pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan kebersihan sangat di perlukan.
3.      Tentang pengelolaan sampah
Sampah adalah suatu bahan atau benda yang sudah tidak dipakai lagi oleh manusia, atau benda padat yang sudah tidak digunakan lagi dalam suatu kegiatan manusia dan dibuang. Pengelolaan sampah adalah proses yang dimulai dari pengumpulan sampah di rumah, tempat pengumpulan sampah sementara dan di tempat pembuangan akhir sampah atau pemusnahan.
Persepsi masyarakat di sekitar rumah tentang sampah juga sangat kurang baik karena masih ada sampah yang tidak buang pada tempatnya, yang seharusnya pembuangan sampah basah dan kering harus di pisahkan tetapi masih saja di satukan dan buang sembarang tempat, tanpa di ketahui sampah yang berserahkan akan akan menjadi tempat bersarangnya beberapa jenis vector penyakit, sampah yang berserahkan juga tentunya akan berdampak negative terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, sehingga peran pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah sangat di perlukan.
4.      Tentang penyediaan air bersih
Air adalah sangat penting bagi kehidupan manusia. Kebutuhan manusia akan air sangat kompleks antara lain untuk minum, masak, mandi, mencuci, dan sebagainya. Penyediaan air bersih yang terdapat pada masyarakat sekitar rumah cukup baik karena masyarakat tahu dan cukup melakukan tindakan yang baik seperti air yang di perlukan yaitu air bersih dan air yang tidak bersih sangat mengganggu kesehatan dan selain peran pemerintah, masyarakat sekitar juga di libatkan dalam pengelolaan air bersih.
System penyediaan air bersih pada masyarakat sekitar rumah sangat di pengaruhi oleh dukungan dan persepsi masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan program penyediaan air bersih dan menjaga atau memelihara sumber air yang ada.
5.      Jamban keluarga
Jamban adalah suatu bangunan yang digunakan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran manusia dalam suatu tempat tertentu, sehingga kotoran tersebut tidak menjadi penyebab penyakit dan mengotori lingkungan. Di tinjau dari sudut kesehatan lingkungan, kotoran manusia/tinja merupakan masalah yang sangat penting. Masyarakat di sekitar rumah pada umumnya membuang tinjanya di kakus/WC.
Dan pengetahuan serta persepsi masyarakat cukup baik tentang pembuangan tinja seperti : setiap orang harus membuang tinjanya di WC, tinja yang dibuang secara sembarangan akan menjadi tempat bersarangnya beberapa jenis vector penyakit, tinja yang berserahkan akan memberikan dampak negative terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat dan masyarakat juga melibatkan dirinya untuk pengelolaan pembuangan tinja yang sehat.
6.      Perumahan
Sanitasi perumahan adalah usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan dan pengawasan terhadap struktur fisik, dimana orang menggunakan sebagai tempat berlindung yang mempengaruhi derajat kesehatan manusia. Sarana sanitasi tersebut antara lain ventilasi, suhu, kelembaban, sarana pembuangan sampah, sarana pembuangan kotoran manusia dan penyediaan air bersih.
Namun persepsi masyarakat tentang perumahan yang layak huni masih rendah yaitu sekitar 43%. Karena di lihat dari persepsi masyarakat tentang perumahan kurang baik dan kurang memahaminya seperti setiap orang harus mempunyai tempat tinggal yang layak/sehat, rumah sebagai tempat tinggal harus memenuhi syarat kesehatan, rumah yang tidak sehat akan memberikan kontribusi yang besar terhadap kejadian beberapa jenis penyakit, seharusnya juga selain pemerintah, masyarakat juga harus dilibatkan dalam penyediaan rumah yang sehat bagi masyarakat. Tapi hal itu masih minim untuk masyarakat di sekitar rumah untuk menciptakan sanitasi perumahan yang sehat dan aman.
7.      Pengelolaan lingkungan
Kesehatan lingkungan adalah karakteristik dari kondisi lingkungan yang mempengaruhi derajat kesehatan. Untuk itu kesehatan merupakan salah satu dari enam usaha dasar kesehatan masyarakat. Partisipasi masyarakat sekitar rumah masih rendah dalam melakukan upaya pengelolaan lingkungan seperti kegiatan kerja bakti atau kegiatan gotong royong, kurang mengikuti kegiatan pertemuan kepada anggota masyarakat lainnya dalam menjaga dan memelihara lingkungannya, kurang mengajak keluarga dan tetangga untuk selalu menjaga lingkungannya agar tetap sehat dan lestari, kurang memberikan ide dan masukan kepada pemerintah, kurang ikut berpartisipasi dalam mendukung kegiatan pemerintah.
8.      Perlindungan lingkungan
Partisipasi masyarakat dalam perlindungan lingkungan juga sangat kurang baik karena di lihat dari masyarakat sekitar rumah masih membuang sampah sembarangan, membuang limbah secara tidak saniter, dan tempat berkembangbiakkan berbagai vector penyakit yang rawan dari akibat buang sampah sembarangan. Partisipasi masyarakat masih rendah dalam melakukan upaya perlindungan lingkungan, tingkatnya masih sekitar 50%.

C.      Upaya Pengelolahan Lingkungan
Peran serta masyarakat di sekitar rumah dalam pengelolaan lingkungan di tunjukkan oleh keterlibatan dalam perencanaan pelaksanaan kegiatan dan kegiatan perlindungan. Dari tinjauan kehidupan masyarakat sekitar, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan masih berada pada kategori rendah sampai yang sedang yaitu sekitar 43%-63%.
Rendahnya partisipasi tersebut di sebabkan karena warga masyarakat tidak mempunyai kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh pemerintah. Warga masyarakat setempat tidak peduli karena mereka merasa tidak di ajak, tidak di beri upah, atau mereka merasa tidak mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung.

D.     Gambaran Aktivitas Untuk Menciptakan Sanitasi Lingkungan Yang Baik
1.      Mengembangkan kebiasaan atau perilaku hidup sehat
2.      Membersihkan ruangan dan halaman rumah secara rutin
3.      Membersihkan kamar mandi dan toilet secara rutin
4.      Menguras, menutup dan menimbun (3M)
5.      Tidak membiarkan adanya air yang tergenang
6.      Membersihkan saluran pembuangan air
7.      Menggunakan air yang bersih

KESIMPULAN
Persepsi masyarakat di sekitar rumah setempat tentang pengelolaan lingkungan hidup masih rendah di sebabkan kurangnya pemahaman tentang system pengelolaan lingkungan hidup. Factor social ekonomi memegang peranan penting dan sangat berpengaruh terhadap persepsi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan di sekitar rumah warga setempat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar