Senin, 10 November 2014

Tanaman obat

Tanaman obat
1. Seledri (Apium Graviolens)
Seledri



Mungkin tanaman yang satu ini tidak asing lagi bagi kita, selain enak dipakai sebagai penyedap rasa ternyata seledri juga berfungsi sebagai obat alami karena kaya akan kalsium, fosfor dll.
Contohnya seledri bisa dipakai sebagai Obat Asam Urat. Caranya Cukup rebus beberapa biji seledri untuk segelas air didihkan lalu minum setiap pagi.



2. Blustru (Luffa Aegyptica Mill)
Blustru

Blustru atau yang biasa disebut Ketela Manis ( Di Sunda disebut Lapang Oyom atau di Palembang disebut Hurung Jawa) merupakan tanaman obat keluarga yang telah diberikan secara turun temurun. Namun saat ini sudah jarang sekali yang menggunakan bahkan sebagian besar orang tidak tau bagaimana bentuk Tanaman Blustru itu. Blustru dapat digunakan sebagaiObat Asma, Caranya cuci telebih dahulu daun blustru muda simpan diatas nasi panas (bisa disimpan diatas ketika menanak nasi) lalu makanlah sebagai lalaban setiap hari.


3. Pasak Bumi atau Tongkat Ali (Eurycoma Longifolia Jack)
Tongkat Ali



Tanaman ini di Indonesia tumbuh didaerah Kalimantan. Tongkat ali dapat membantu memperbaiki kadar testosteron pada pria dan menambah gairah sexual pada pria. Selain itu juga mampu menjadi Obat Ejakulasi Dini. Banyak Toko herbal menjual pasak bumi ini biasanya sudah berupa teh, kopi, berbentuk kering dll.


4. Mengkudu (Morinda Citrifolia)
Mengkudu
Mengkudu memiliki nama yang berbeda - beda di setiap daerah contohnya di Sunda disebut Cangkudu, di Aceh disebut Keumeude, dan di Jawa diseut kudu. Tanaman ini biasa ditanam di aceh pada setiap rumah warga (walau tidak semua) karena biasa dipakai sebagai bahan rujak ataupun menu buka puasa khas aceh. Tapi taukah anda bahwa Mengkudu bisa menjadi Obat Jantung Koroner dan membantu mencegah penyakit jantung koroner. Caranya sangat mudah cukup jus mengkudu lalu saring air sarinya tambahkan sedikit madu dan minum 2 kali sehari setelah makan.


5. Lidah Buaya (Aloe Vera)
Lidah Buaya



Lidah buaya sejak zaman dahulu telah dipercaya sebagai bahan perawatan kecantikan dan obat. Saat ini dijepang sedang mengembangkan penelitian lidah buaya sebagai Obat Kanker. Saat ini sangat banyak sekali cara untuk memakan lidah buaya seperti Cendol ala Pontianak.



6. Buah Makasar (Brucea Javanica)
Buah Makasar

Tanaman ini memiliki rasa yang sangat pahit dan beracun. Namun apabila dipergunakan dengan baik dan sesui dengan dosis yang rumbuhan ini mampu menjadi mengobati Penyakit Diabetes Melitus karena dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.
Selain itu Buah Makasar juga mampu menjadi Obat Kanker Serviks, Caranya bisa dengan menyeduhnya kedalam setengah cangkir  dan minum 2 - 3 kali sehari (Banyak Toko Herbal yang menjual Buah Makasar kering jadi anda tidak perlu susah susah menumbuk atau mengeringkannya sendiri).


7. Belimbing (Averrhoa Carambola)
Belimbing



Belimbing manis banyak mengandung vitamin C, B, A, Protein, Kalsium dll. Belimbing.
Selain rasanya yang enak juga mampu mejadi Obat Kolestrol Tinggi dan Penurun Darah Tinggi. caranya cukup makan buah belimbing setiap hari sesudah makan.



8. Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza)
Temulawak


Temulawak merupakan tanaman obat indonesia yang memiliki kandungan Kurkumin yang berguna sebagai Anti Radang ataupun Anti Keracunan Empedu. Walaupun temulawak tidak mampu menjadi Obat Kanker Hati, namun temulawak mampu mencegahnya karena temulawak mampu mengobati Penyakit Hepatitis B yang berperan sebagai faktor utama Penyakit Kanker Hati.



9.  Daun Dewa (Gynura Divaricata)
Daun Dewa


Dari namanya aja udah kerenkan, Daun Dewa dipercaya mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. Daun Dewa mengandung minyak atsiri, saponin dll. Daun Dewa bida digunakan sebagai Obat Penyakit Strokeataupun Pencegah datangnya Penyakit Stroke. Mampu juga mengobati luka memar dan Penurun Darah Tinggi.



10.  Jarak (Ricinus Communis)
Jarak


Biasa disebut Kaliki di Jawa Barat Dulang di Sumatra dan Kalek Dimadura. Jarak memuliki manfaat pada karnya sebagai anti rematik dan mampu menenangkan. Pada bijinya terasa manis, pedas namun netral. Bijinya Banyak digunakan untuk Obat Kangker Rahim, Hernia, Rematik, TBCdsb. Namun ketika anda mengolah biji jarak menjadi herbal anda harus berhati - hati karena jika meminum obatnya berlebihan akan menimbulkan keracunan dengan ciri - ciri Sakit kepala, muntah berak, panas dll.

Tumbuhan obat adalah tumbuhan yang telah diidentifikasi dan diketahui berdasarkan pengamatan manusia memiliki senyawa yang bermanfaat untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit, melakukan fungsi biologis tertentu, hingga mencegah serangan serangga dan jamur. Setidaknya 12 ribu senyawa telah diisolasi dari berbagai tumbuhan obat di dunia, namun jumlah ini hanya sepuluh persen dari jumlah total senyawa yang dapat diekstraksi dari seluruh tumbuhan obat
Tanaman herbal adalah tanaman bertangkai lunak yang kokoh dari batang tanamannya hingga ke akar nya dan biasanya bgaian ini tumbuh kembali setiap tahun. Kuliner tanaman herbal termasuk populer dan dapat digolongkan sebagai tanaman yang tumbuh tahunan atau biennale dimana dyang menjadi bagian yang penting dari tanaman ini adalah bagian daun, semak-semak atau pohon pokoknya. Tanaman herbal bisa jadi menimbulkan bau yang sangat aromatik atau menyengat di tiap jenis-jenisnya dan untuk tanaman herbal sebagai bumbu masakan atau penyedap makanan, biasanya memiliki karakter yang sangat khas. Tanaman itu biasanya mengandung kadar minyak atsiri yang rendah dan bisa dikenali dari bau dan rasanya.

SIMPLISIA, adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dinyatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan


Kurang lebih terdapat delapan jenis minuman tradisional yang dijual oleh penjual jamu gendong, yaitu beras kencur, cabe puyang, kudu laos, kunci suruh, uyup/uyup/gepyokan, kunir asam, pahitan, dan sinom. Jamu bisa juga dicampur dengan jeruk nipis, madu, hingga kuning telur.

PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA

PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA

A.    Awal Masuknya Islam di Indonesia
Ketika Islam datang di Indonesia, berbagai agama dan kepercayaan seperti animisme, dinamisme, Hindu dan Budha, sudah banyak dianut oleh bangsa Indonesia bahkan dibeberapa wilayah kepulauan Indonesia telah berdiri kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu dan Budha.  Misalnya kerajaan Kutai di Kalimantan Timur, kerajaan Taruma Negara di Jawa Barat, kerajaan Sriwijaya di Sumatra dan sebagainya.
Namun Islam datang ke wilayah-wilayah tersebut dapat diterima dengan baik, karena Islam datang dengan membawa prinsip-prinsip perdamaian, persamaan antara manusia (tidak ada kasta), menghilangkan perbudakan dan yang paling penting juga adalah masuk kedalam Islam sangat mudah hanya dengan membaca dua kalimah syahadat dan tidak ada paksaan.  Tentang kapan Islam datang masuk ke Indonesia, menurut kesimpulan seminar “ masuknya Islam di Indonesia” pada tanggal 17 s.d 20 Maret 1963 di Medan, Islam masuk ke Indonesia pada abad pertama hijriyah atau pada abad ke tujuh masehi. Menurut sumber lain menyebutkan bahwa Islam sudah mulai ekspedisinya ke Nusantara pada masa Khulafaur Rasyidin (masa pemerintahan Abu Bakar Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib), disebarkan langsung dari Madinah.
B.     Cara Masuknya Islam di Indonesia 
Islam masuk ke Indonesia, bukan dengan peperangan ataupun penjajahan. Islam berkembang dan tersebar di Indonesia justru dengan cara damai dan persuasif berkat kegigihan para ulama. Karena memang para ulama berpegang teguh pada prinsip Q.S. al-Baqarah ayat 256 : 
Artinya : 
Tidak ada paksaan dalam agama (Q.S. al-Baqarah ayat 256)




Adapun cara masuknya Islam di Indonesia melalui beberapa cara antara lain :
1.      Perdagangan
Jalur ini dimungkinkan karena orang-orang melayu telah lama menjalin kontak dagang dengan orang Arab. Apalagi setelah berdirinya kerajaan Islam seperti kerajaan Islam Malaka dan kerajaan Samudra Pasai di Aceh, maka makin ramailah para ulama dan pedagang Arab datang ke Nusantara (Indonesia). Disamping mencari keuntungan duniawi juga mereka mencari keuntungan rohani yaitu dengan menyiarkan Islam. Artinya mereka berdagang sambil menyiarkan agama Islam.
2.      Kultural
Artinya penyebaran Islam di Indonesia juga menggunakan media-media kebudayaan, sebagaimana yang dilakukan oleh para wali sanga di pulau jawa. Misalnya Sunan Kali Jaga dengan pengembangan kesenian wayang. Ia mengembangkan wayang kulit, mengisi wayang yang bertema Hindu dengan ajaran Islam. Sunan Muria dengan pengembangan gamelannya. Kedua kesenian tersebut masih digunakan dan digemari masyarakat Indonesia khususnya jawa sampai sekarang. Sedang Sunan Giri menciptakan banyak sekali mainan anak-anak, seperti jalungan, jamuran, ilir-ilir dan cublak suweng dan lain-lain.
3.      Pendidikan 
Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan yang paling strategis dalam pengembangan Islam di Indonesia. Para da’i dan muballig yang menyebarkan Islam diseluruh pelosok Nusantara adalah keluaran pesantren tersebut. Datuk Ribandang yang mengislamkan kerajaan Gowa-Tallo dan Kalimantan Timur adalah keluaran pesantren Sunan Giri. Santri-santri Sunan Giri menyebar ke pulau-pulau seperti Bawean, Kangean, Madura, Haruku, Ternate, hingga ke Nusa Tenggara. Dan sampai sekarang pesantren terbukti sangat strategis dalam memerankan kendali penyebaran Islam di seluruh Indonesia.
4.      Kekuasaan Politik
Artinya penyebaran Islam di Nusantara, tidak terlepas dari dukungan yang kuat dari para Sultan. Di pulau Jawa, misalnya keSultanan Demak, merupakan pusat dakwah dan menjadi pelindung perkembangan Islam. Begitu juga raja-raja lainnya di seluruh Nusantara. Raja Gowa-Tallo di Sulawesi selatan melakukan hal yang sama sebagaimana yang dilakukan oleh Demak di Jawa. Dan para Sultan di seluruh Nusantara melakukan komunikasi, bahu membahu dan tolong menolong dalam melindungi dakwah Islam di Nusantara. Keadaan ini menjadi cikal bakal tumbuhnya negara nasional Indonesia dimasa mendatang.





C.    Proses Awal Perkembangan Islam Di Indonesia


a.       Masuknya Islam di indonesia
Awal mula kedatangan agama islam tidak berasal dari arab langsung, tetapi di bawah oleh para pedagang dari Gujarat India sekitar abad ke 7 M dan baru pada abad 13 M berdiri kerajaan-kerajaan islam di indonesia.
b.      Proses islamisasi di indonesia
o  Makam islam maulana malik ibrahim berangka tahun 1297 di gresik, jawa timur
o  Makam fatimah binti maimun berangka tahun 1082 di lereng gresik terdapat batu tulis yang huruf dan berbahasa arab.
o  Berita dari marcopolo seorang pedagang dari venetia yang sempat singgah di perlak (1292 M) utara aceh menerangkan sebagai besar penduduknya memeluk agama islam.
Cara penyebaran melelui jalur pendidikan, politik, perkawinan, dan dakwah. Proses islamisasi sendiri cepat berkembang dan diterimah oleh masyarakat karena:
o   penyebaran agama islam sangat mudah
o    jatuhnya kerajaan besar Hinduh dan budha (majapahit dan sriwijaya)
o   Upacara dalam islam sangat sederhana
o   syarat masuk islam sangat mudah
o   agama islam tidak mengenal kasta
o   penyebaran agama islam dengan cara damai

c.       Akulturasi budaya islam dengan bidaya tradisional
Dalam memadukan syiar islam dan budaya setempat peranan para wali songo sempat penting, di antaranya sunan kalijogo yang menggunakan sarana syiar dengan media wayang kulit, wayang golek dan cerita panji yang ternyata sangat banyak penggemarnya. Budaya istana meliputi : tata pemerintahan, bangunan istana, bangunan masjit kraton, kesenian istana. bangunan masjid meliputi, masjid tradisional, masjid makam dan masjid modern, upacara keagamaan, kesusastraan, seni ukir dan taligrafi.
D.    Perkembangan Islam di Beberapa Wilayah Nusantara


1.      Pulau Sumatra
Wilayah Nusantara yang mula-mula dimasuki Islam adalah pantai barat pulau Sumatra dan daerah Pasai yang terletak di Aceh utara yang kemudian di masing-masing kedua daerah tersebut berdiri kerajaan Islam yang pertama yaitu kerajaan Islam Perlak dan Samudra Pasai.
Menurut keterangan Prof. Ali Hasmy dalam makalah pada seminar “Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Aceh” yang digelar tahun 1978 disebutkan bahwa kerajaan Islam yang pertama adalah kerajaan Perlak. Namun ahli sejarah lain telah sepakat, Samudra Pasailah kerajaan Islam yang pertama di Nusantara dengan rajanya yang pertama adalah Sultan Malik Al-Saleh (memerintah dari tahun 1261 s.d 1297 M). Sultan Malik Al-Saleh sendiri semula bernama Marah Silu. Setelah mengawini putri raja Perlak kemudian masuk Islam berkat pertemuannya dengan utusan Syarif Mekkah yang kemudian memberi gelar Sultan Malik Al-Saleh.
Kerajaan Pasai sempat diserang oleh Majapahit di bawah panglima Gajah Mada, tetapi bisa dihalau. Ini menunjukkan bahwa kekuatan Pasai cukup tangguh dikala itu. Baru pada tahun 1521 di taklukkan oleh Portugis dan mendudukinya selama tiga tahun. Pada tahun 1524 M Pasai dianeksasi oleh raja Aceh, Ali Mughayat Syah. Selanjutnya kerajaan Samudra Pasai berada di bawah pengaruh keSultanan Aceh yang berpusat di Bandar Aceh Darussalam (sekarang dikenal dengan kabupaten Aceh Besar).
Munculnya kerajaan baru di Aceh yang berpusat di Bandar Aceh Darussalam, hampir bersamaan dengan jatuhnya kerajaan Malaka karena pendudukan Portugis. Dibawah pimpinan Sultan Ali Mughayat Syah atau Sultan Ibrahim kerajaan Aceh terus mengalami kemajuan besar. Saudagar-saudagar muslim yang semula berdagang dengan Malaka memindahkan kegiatannya ke Aceh. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Iskandar Muda Mahkota Alam ( 1607 - 1636).
Kerajaan Aceh ini mempunyai peran penting dalam penyebaran Agama Islam ke seluruh wilayah Nusantara. Para da’i, baik lokal maupun yang berasal dari Timur Tengah terus berusaha menyampaikan ajaran Islam ke seluruh wilayah Nusantara. Hubungan yang telah terjalin antara kerajaan Aceh dengan Timur Tengah terus semakin berkembang. Tidak saja para ulama dan pedagang Arab yang datang ke Indonesia, tapi orang-orang Indonesia sendiri banyak pula yang hendak mendalami Islam datang langsung ke sumbernya di Mekah atau Madinah. Kapal-kapal dan ekspedisi dari Aceh terus berlayar menuju Timur Tengah pada awal abad ke 16. Bahkan pada tahun 974 H. atau 1566 M dilaporkan ada 5 kapal dari kerajaan Asyi (Aceh) yang berlabuh di bandar pelabuhan Jeddah. Ukhuwah yang erat antara Aceh dan Timur Tengah itu pula yang membuat Aceh mendapat sebutan Serambi Mekah.
2.      Pulau Jawa
Benih-benih kedatangan Islam ke tanah Jawa sebenarnya sudah dimulai pada abad pertama Hijriyah atau abad ke 7 M. Hal ini dituturkan oleh Prof. Dr. Buya Hamka dalam bukunya Sejarah Umat Islam, bahwa pada tahun 674 M sampai tahun 675 M. sahabat Nabi, Muawiyah bin Abi Sufyan pernah singgah di tanah Jawa (Kerajaan Kalingga) menyamar sebagai pedagang. Bisa jadi Muawiyah saat itu baru penjajagan saja, tapi proses dakwah selanjutnya dilakukan oleh para da’i yang berasal dari Malaka atau kerajaan Pasai sendiri. Sebab saat itu lalu lintas atau jalur hubungan antara Malaka dan Pasai disatu pihak dengan Jawa dipihak lain sudah begitu pesat.



Adapun gerakan dakwah Islam di Pulau Jawa selanjutnya dilakukan oleh para Wali Sanga, yaitu : 
a.       Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik 
Beliau dikenal juga dengan sebutan Syeikh Magribi. Ia dianggap pelopor penyebaran Islam di Jawa. Beliau juga ahli pertanian, ahli tata negara dan sebagai perintis lembaga pendidikan pesantren. Wafat tahun 1419 M.(882 H) dimakamkan di Gapura Wetan Gresik 
b.      Raden Ali Rahmatullah (Sunan Ampel)
Dilahirkan di Aceh tahun 1401 M. Ayahnya orang Arab dan ibunya orang Cempa, ia sebagai mufti dalam mengajarkan Islam tak kenal kompromi dengan budaya lokal. Wejangan terkenalnya Mo Limo yang artinya menolak mencuri, mabuk, main wanita, judi dan madat, yang marak dimasa Majapahit. Beliau wafat di desa Ampel tahun 1481 M. 
Jasa-jasa Sunan Ampel : 
1)      Mendirikan pesantren di Ampel Denta, dekat Surabaya. Dari pesantren ini lahir para mubalig kenamaan seperti : Raden Paku (Sunan Giri), Raden Fatah (Sultan Demak pertama), Raden Makhdum (Sunan Bonang), Syarifuddin (Sunan Drajat) dan Maulana Ishak yang pernah diutus untuk menyiarkan Islam ke daerah Blambangan.
2)      Berperan aktif dalam membangun Masjid Agung Demak yang dibangun pada tahun 1479 M. 
3)      Mempelopori berdirinya kerajaan Islam Demak dan ikut menobatkan Raden Patah sebagai Sultan pertama.


c.       Sunan Giri (Raden Aenul Yaqin atau Raden Paku)
Ia putra Syeikh Yakub bin Maulana Ishak. Ia sebagai ahli fiqih dan menguasai ilmu Falak. Dimasa menjelang keruntuhan Majapahit, ia dipercaya sebagai raja peralihan sebelum Raden Patah naik menjadi Sultan Demak. Ketika Sunan Ampel wafat, ia menggantikannya sebagai mufti tanah Jawa.
d.      Sunan Bonang (Makhdum Ibrahim)
Putra Sunan Ampel lahir tahun 1465. Sempat menimba ilmu ke Pasai bersama-sama Raden Paku. Beliaulah yang mendidik Raden Patah. Beliau wafat tahun 1515 M.
e.       Sunan Kalijaga (Raden Syahid)
Ia tercatat paling banyak menghasilkan karya seni berfalsafah Islam. Ia membuat wayang kulit dan cerita wayang Hindu yang diislamkan. Sunan Giri sempat menentangnya, karena wayang Beber kala itu menggambarkan gambar manusia utuh yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Kalijaga mengkreasi wayang kulit yang bentuknya jauh dari manusia utuh. Ini adalah sebuah usaha ijtihad di bidang fiqih yang dilakukannya dalam rangka dakwah Islam. 
f.       Sunan Drajat
Nama aslinya adalah Syarifudin (putra Sunan Ampel, adik Sunan Bonang). Dakwah beliau terutama dalam bidang sosial. Beliau juga mengkader para da’i yang berdatangan dari berbagai daerah, antara lain dari Ternate dan Hitu Ambon.
g.      Syarif Hidayatullah
Nama lainnya adalah Sunan Gunung Jati yang kerap kali dirancukan dengan Fatahillah, yang menantunya sendiri. Ia memiliki keSultanan sendiri di Cirebon yang wilayahnya sampai ke Banten. Ia juga salah satu pembuat sokoguru masjid Demak selain Sunan Ampel, Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang. Keberadaan Syarif Hidayatullah dengan kesultanannya membuktikan ada tiga kekuasaan Islam yang hidup bersamaan kala itu, yaitu Demak, Giri dan Cirebon. Hanya saja Demak dijadikan pusat dakwah, pusat studi Islam sekaligus kontrol politik para wali.





h.      Sunan Kudus
Nama aslinya adalah Ja’far Sadiq. Lahir pada pertengahan abad ke 15 dan wafat tahun 1550 M. (960 H). Beliau berjasa menyebarkan Islam di daerah kudus dan sekitarnya. Ia membangun masjid menara Kudus yang sangat terkenal dan merupakan salah satu warisan budaya Nusantara.
i.        Sunan Muria 
Nama aslinya Raden Prawoto atau Raden Umar Said putra Sunan Kalijaga. Beliau menyebarkan Islam dengan menggunakan sarana gamelan, wayang serta kesenian daerah lainnya. Beliau dimakamkan di Gunung Muria, disebelah utara kota Kudus.
Diparuh awal abad 16 M, Jawa dalam genggaman Islam. Penduduk merasa tentram dan damai dalam ayoman keSultanan Demak di bawah kepemimpinan Sultan Syah Alam Akbar Al Fatah atau Raden Patah. Hidup mereka menemukan pedoman dan tujuan sejatinya setelah mengakhiri masa Siwa-Budha serta animisme. Merekapun memiliki kepastian hidup bukan karena wibawa dan perbawa sang Sultan, tetapi karena daulah hukum yang pasti yaitu syari’at Islam. “Salokantara” dan “Jugul Muda” itulah dua kitab undang-undang Demak yang berlandaskan syari’at Islam. Dihadapan peraturan negeri pengganti Majapahit itu, semua manusia sama derajatnya, sama-sama khalifah Allah di dunia. Sultan-Sultan Demak sadar dan ikhlas dikontrol oleh kekuasaan para Ulama atau Wali. Para Ulama itu berperan sebagai tim kabinet atau merangkap sebagai dewan penasehat Sultan. 
Dalam versi lain dewan wali sanga dibentuk sekitar 1474 M. oleh Raden Rahmat (Sunan Ampel), membawahi Raden Hasan, Maftuh Ibrahim, Qasim (Sunan Drajat) Usman Haji (ayah Sunan Kudus, Raden Ainul Yakin (Sunan Gresik), Syekh Sutan Maharaja Raden Hamzah, dan Raden Mahmud. Beberapa tahun kemudian Syekh Syarif Hidayatullah dari Cirebon bergabung di dalamnya. Sunan Kalijaga dipercaya para wali sebagai muballig keliling. Disamping wali-wali tersebut, masih banyak Ulama yang dakwahnya satu kordinasi dengan Sunan Ampel hanya saja, sembilan tokoh Sunan Wali Sanga yang dikenal selama ini memang memiliki peran dan karya yang menonjol dalam dakwahnya. 
3.      Pulau Sulawesi
Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Baik atas motivasi ekonomi maupun motivasi politik dan kepentingan kerajaan. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah ditemui pemukiman muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu banyak, namun upaya dakwah terus berlanjut dilakukan oleh para da’i di Sumatra, Malaka dan Jawa hingga menyentuh raja-raja di kerajaan Gowa dan Tallo atau yang dikenal dengan negeri Makasar, terletak di semenanjung barat daya pulau Sulawesi. 
Kerajaan Gowa ini mengadakan hubungan baik dengan kerajaan Ternate dibawah pimpinan Sultan Babullah yang telah menerima Islam lebih dahulu. Melalui seorang da’i bernama Datuk Ri Bandang agama Islam masuk ke kerajaan ini dan pada tanggal 22 September 1605 Karaeng Tonigallo, raja Gowa yang pertama memeluk Islam yang kemudian bergelar Sultan Alaudin Al Awwal (1591-1636 ) dan diikuti oleh perdana menteri atau Wazir besarnya, Karaeng Matopa. Setelah resmi menjadi kerajaan bercorak Islam Gowa Tallo menyampaikan pesan Islam kepada kerajaan-kerajaan lain seperti Luwu, Wajo, Soppeng dan Bone. Raja Luwu segera menerima pesan Islam diikuti oleh raja Wajo tanggal 10 Mei 1610 dan raja Bone yang bergelar Sultan Adam menerima Islam tanggal 23 November 1611 M. Dengan demikian Gowa (Makasar) menjadi kerajaan yang berpengaruh dan disegani. Pelabuhannya sangat ramai disinggahi para pedagang dari berbagai daerah dan manca negara. Hal ini mendatangkan keuntungan yang luar biasa bagi kerajaan Gowa (Makasar). Puncak kejayaan kerajaan Makasar terjadi pada masa Sultan Hasanuddin (1653-1669).
4.      Pulau Kalimantan
Islam masuk ke Kalimantan atau yang lebih dikenal dengan Borneo melalui tiga jalur. Jalur pertama melalui Malaka yang dikenal sebagai kerajaan Islam setelah Perlak dan Pasai. Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis kian membuat dakwah semakin menyebar sebab para muballig dan komunitas muslim kebanyakan mendiamai pesisir barat Kalimantan.  Jalur kedua, Islam datang disebarkan oleh para muballig dari tanah Jawa. Ekspedisi dakwah ke Kalimantan ini mencapai puncaknya saat kerajaan Demak berdiri. Demak mengirimkan banyak Muballig ke negeri ini. Para da’i tersebut berusaha mencetak kader-kader yang akan melanjutkan misi dakwah ini. Maka lahirlah ulama besar, salah satunya adalah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari. Jalur ketiga para da’i datang dari Sulawesi (Makasar) terutama da’i yang terkenal saat itu adalah Datuk Ri Bandang dan Tuan Tunggang Parangan.
5.      Pulau Maluku
Kepulauan Maluku terkenal di dunia sebagai penghasil rempah-rempah, sehingga menjadi daya tarik para pedagang asing, tak terkecuali para pedagang muslim baik dari Sumatra, Jawa, Malaka atau dari manca negara. Hal ini menyebabkan cepatnya perkembangan dakwah Islam di kepulauan ini.
Islam masuk ke Maluku sekitar pertengahan abad ke 15 atau sekitar tahun 1440 dibawa oleh para pedagang muslim dari Pasai, Malaka dan Jawa (terutama para da’i yang dididik oleh para Wali Sanga di Jawa). Tahun 1460 M, Vongi Tidore, raja Ternate masuk Islam. Namun menurut H.J De Graaft (sejarawan Belanda) bahwa raja Ternate yang benar-benar muslim adalah Zaenal Abidin (1486-1500 M). Setelah itu Islam berkembang ke kerajaan-kerajaan yang ada di Maluku. Tetapi diantara sekian banyak kerajaan Islam yang paling menonjol adalah dua kerajaan , yaitu Ternate dan Tidore.
Raja-raja Maluku yang masuk Islam seperti :
a.       Raja Ternate yang bergelar Sultan Mahrum (1465-1486).
b.      Setelah beliau wafat digantikan oleh Sultan Zaenal Abidin yang sangat besar jasanya dalam menyiarkan Islam di kepulauan Maluku, Irian bahkan sampai ke Filipina.
c.       Raja Tidore yang kemudian bergelar Sultan Jamaluddin.
d.      Raja Jailolo yang berganti nama dengan Sultan Hasanuddin.
e.       Pada tahun 1520 Raja Bacan masuk Islam dan bergelar Zaenal Abidin.
Selain Islam masuk dan berkembang di Maluku, Islam juga masuk ke Irian yang disiarkan oleh raja-raja Islam di Maluku, para pedagang dan para muballig yang juga berasal dari Maluku. Daerah-daerah di Irian Jaya yang dimasuki Islam adalah : Miso, Jalawati, Pulau Waigio dan Pulau Gebi.





PENGERTIAN SANITASI

PENGERTIAN SANITASI

Pengertian sanitasi ada beberapa yaitu:
  1. Sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.
  2. Upaya menjaga pemeliharaan agar seseorang, makanan, tempat kerja atau peralatan agar hygienis (sehat) dan bebas pencemaran yang diakibatkan oleh bakteri, serangga, atau binatang lainnya.
  3. Menurut Dr.Azrul Azwar, MPH, sanitasi adalah cara pengawasan masyarakat yang menitikberatkan kepada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mungkin mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.
  4. Menurut Ehler & Steel, sanitation is the prevention od diseases by eliminating or controlling the environmental factor which from links in the chain of tansmission.
  5. Menurut Hopkins, sanitasi adalah cara pengawasan terhadap factor-faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap lingkungan.
Dari beberapa pengertian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha-usaha kesehatan lingkungan hidup manusia. Sedangkan hygiene adalah bagaimana cara orang memelihara dan juga melindungi diri agar tetap sehat.

Sanitasi : Usaha kesehatan prevenif yang menitikberatkan kegiatan kepada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.
KEGIATAN SANITASI
ada beberapa aspek di  Sanitasi yaitu:
1. Air limbah
    limbah domestik/ non-domestik
    - akses air limbah
    - pengolahan dan tata letak pembuangan tinja

2. Sampah
    - tempat penumpukan sampah. terutama yang ada di pemukiman
    - pengolahan sampah, dengan program  3R.
 
3. Drainase
    - letak, kondisi, dan standarisasi Drainase primer, sekunder, dan tersier terutama di tempat administrasi.
    - pengawasan terhadap kondisi air (ketinggian air).


AIR LIMBAH

Beberapa hal yang berkaitan dengan pengertian dan kegiatan yang berhubungan dengan limbah cair menurut PP 82 tahun 2001 yaitu :
1.      Air adalah semua air yang terdapat diatas dan dibawah permukaan tanah, kecuali air laut dan fosil.
2.      Sumber air adalah wadah air yang terdapat diatas dan dibawah permukaan tanah, seperti, mata air, sungai, rawa, danau, waduk, dan muara.
3.      Pengelolaan kualitas air adalah upaya pemeliharaan air sehingga tercapai kualitas air yang diinginkan sesuai peruntukannya untuk menjamin kualitas tetap dalam kondisi alamiahnya.
4.      Pengendalian pencemaran air adalah upaya pencegahan dan penanggulangan pencemaran air serta pemulihan kualitas air untuk menjamin kualitas air agar sesuai dengan baku mutu air.
5.       Pencemaran air adalah masuknya  makhluk hidup, zat, energy, dan atau komponen lain kedalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
6.       Limbah cair adalah sisa dari sutu hasil usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair.
7.      Baku mutu limbah cair adalah, ukuran batas atau kadar unsure pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam limbah cair yang akan dibuang atau dilepas kedalam sumber air dari suatu usaha atau kegiatan.

Alat pembuangan air kotor dapat berupa :
-    Kamar mandi, washtafel, keran cuci
-    WC
-    Dapur
Air dari kamar mandi tidak boleh dibuang bersama sama dengan air dari WC maupun dari dapur. Sehingga harus dibuatkan seluran masing-masing.
Diameter pipa pembuangan dari kamar mandi adalah 3” (7,5 cm), pipa pembuangan dari WC adalah 4”(10 cm), dan dari dapur boleh dipakai diameter 2”(5cm). pipa pembuangan dapat diletakkan pada suatu “shaft”, yaitu lobang menerus yang disediakan untuk tempat pipa air bersih dan pipa air kotor pada bangunan bertingkat untuk memudahkan pengontrolan. Atau dapat dipasang pada kolom-kolom beton dari atas sampai bawah.  Setelah sampai bawah, semua pipa air kotor harus merupakan saluran tertutup di dalam tanah agar tidak menimbulkan wabah penyakit dan bau tak sedap.
Dibawah lantai, semua pipa sanitasi diberi lobang control, yang sewaktu-waktu dapat dibuka bila terjadi kemacetan. 

KEGIATAN SANITASI YANG DAPAT DILAKUKAN DIRUMAH
LIMBAH TINJA
SEPTICTANK
Sistem septic tank sebenarnya adalah sumur rembesan atau sumur kotoran. Septic tank merupakan sitem sanitasi yang terdiri dari pipa saluran dari kloset, bak penampungan kotoran cair dan padat, bak resapan, serta pipa pelepasan air bersih dan udara. 
Hal-hal yang yang harus diperhatikan saat pembangunan septic tank agar tidak mencemari air dan tanah sekitarnya adalah : 
1.      Jarak minimal dari sumur air bersih sekurangnya 10m.
2.      Untuk membuang air keluaran dari septic tank perlu dibuat daerah resapan dengan lantai septic tank dibuat miring kearah ruang lumpur.
3.      Septic tank direncanakan utuk pembuangan kotoran rumah tangga dengan jumlah air limbah antara 70-90 % dari volume penggunaan air bersih.
4.      Waktu tinggal air limbah didalam tangki diperkirakan minimal 24 jam.
5.      Besarnya ruang lumpur diperkirakan untuk dapat menampung lumpur yang dihasilkan setiap orang rata-rata 30-40 liter/orang/tahun dan waktu pengambilan lumpur diperhitungkan 2-4 tahun.
6.      Pipa air masuk kedalam tangki hendaknya selalu lebih tinggi kurang lebh 2.5 cm dari pipa air keluar.
7.      Septic tank harus dilengkapi dengan lubang pemeriksaan dan lubang penghawaan untuk membuang gas hasil penguraian.
Agar septic tank tidak mudah penuh dan mampat, awet dan tahan lama perlu diperhatikan hal berikut :
1.      Kemiringan Pipa
Kemiringan pipa menentukan kelancaran proses pembuangan limbah. Selisih ketinggian kloset dan permukaan air bak penampung kotoran minimal 2 %, artinya setiap 100cm terdapat perbedaan ketinggian 2cm.
2.      Pemilihan Pipa yang tepat
Pipa saluran sebaiknya berupa PVC. Ukuran minimal adalah 4 inchi. Rumah yang memiliki jumlah toilet yang banyak sebaiknya menggunakan pipa yang lebih besar. Perancangan saluran diusahakan dibuat lurus  tanpa belokan, karena belokan atau sudut dapat membuat mampat.
3.      Sesuaikan Kapasitas Septic tank
Untuk rumah tinggal dengan jumlah penghuni empat orang, cukup dibuat septic tank dengan ukuran (1.5×1.5×2)m. bak endapan dan sumur resapan bias dibuat dengan ukuran (1x1x2)m. semakin banyak penghuni rumah maka semakin besar ukuran yang dibutuhkan.
4.      Bak Harus Kuat dan Kedap Air
Septic tank harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap korosi, rapat air dan tahan lama. Konstruksi septic tank harus kuat menahan gaya-gaya yang timbul akibat tekanan air, tanah maupun beban lainnya.

Mengurangi sampah :
3R adalah salah satu caranya.
R= Reduce ( mengurangi)
R= Reuse (memakai kembali)
R= Recycle (mendaurulang)
·         Contoh Reduce, mengurangi dalam arti mengurangi sampah yang bisa kita kurangi dari hal sekecil apapun.
·         contoh Reuse memakai barang yang bisa kita pakai kembali, misalnya jika kalian ke swalayan gantilah tas   belanja plastik dengan kain, agar bisa dipakai lagi. 
·         contoh Recycle mendaurulang sampah. mulai sekarang saya menerapkan teori "ubah sampah jadi berkah"




HASIL PENELITIAN SANITASI LINGKUNGAN DI SEKITAR RUMAH
A.     Factor Sosial Ekonomi
1.      Umur
Umur atau usia yang di miliki masyarakat sekitar yaitu sebagian besar atau rata-ratanya (15 tahun - 50’an) usia dewasa sampai lansia karena kebanyakan anak-anak sekolah, kuliahan dan usia lanjut yang telah hidup lama. Dengan demikian secara fisik, rata-rata responden mempunyai potensi besar untuk melakukan pengelolaan sumberdaya alam.
2.      Pendidikan
Pendidikan yang di maksud adalah jenjang pendidikan formal yang di miliki responden. Dan kebanyakan terdapat pendidikan jenjang sekolah atas (SMA).
3.      Pendapatan
Pendapatan juga merupakan salah satu factor social ekonomi yang memperngaruhi dari suatu sanitasi masyarakat. Karena untuk kehidupan yang layak dan mampu di miliki responden untuk menciptakan sanitasi yang baik.

B.      Persepsi Masyarakat Mengenai Sanitasi Sekitar Rumah
1.      Pemahaman masyarakat tentang lingkungan hidup
Pemahaman mengenai pengertian lingkungan hidup, pemahaman tentang lingkungan yang rusak, dampak lingkungan yang rusak, upaya pengelolaan lingkungan yang sudah rusak yang di miliki masyarakat sekitar rumah yaitu 80% tahu. Jadi tingkat pemahaman masyarakat tentang lingkungan hidup adalah pada umumnya sudah tahu. Sehingga mudah terkontrol dan cukup baik untuk masyarakat lebih menciptakan lingkungan yang sehat.
2.      Tentang kebersihan lingkungan
Persepsi masyarakat tentang kebersihan lingkungan masih rendah yaitu sekitar 50%. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di sekitar rumah sangat kurang memperhatikan kebersihan lingkungan yang seharusnya di jaga, lingkungan yang kotor akan menjadi tempat berkembangbiakan berbagai macam mikroorganisme, bakteri dan virus, lingkungan yang kotor akan memberikan dampak negative terhadap kesehatan masyarakat, sehingga peran pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan kebersihan sangat di perlukan.
3.      Tentang pengelolaan sampah
Sampah adalah suatu bahan atau benda yang sudah tidak dipakai lagi oleh manusia, atau benda padat yang sudah tidak digunakan lagi dalam suatu kegiatan manusia dan dibuang. Pengelolaan sampah adalah proses yang dimulai dari pengumpulan sampah di rumah, tempat pengumpulan sampah sementara dan di tempat pembuangan akhir sampah atau pemusnahan.
Persepsi masyarakat di sekitar rumah tentang sampah juga sangat kurang baik karena masih ada sampah yang tidak buang pada tempatnya, yang seharusnya pembuangan sampah basah dan kering harus di pisahkan tetapi masih saja di satukan dan buang sembarang tempat, tanpa di ketahui sampah yang berserahkan akan akan menjadi tempat bersarangnya beberapa jenis vector penyakit, sampah yang berserahkan juga tentunya akan berdampak negative terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, sehingga peran pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah sangat di perlukan.
4.      Tentang penyediaan air bersih
Air adalah sangat penting bagi kehidupan manusia. Kebutuhan manusia akan air sangat kompleks antara lain untuk minum, masak, mandi, mencuci, dan sebagainya. Penyediaan air bersih yang terdapat pada masyarakat sekitar rumah cukup baik karena masyarakat tahu dan cukup melakukan tindakan yang baik seperti air yang di perlukan yaitu air bersih dan air yang tidak bersih sangat mengganggu kesehatan dan selain peran pemerintah, masyarakat sekitar juga di libatkan dalam pengelolaan air bersih.
System penyediaan air bersih pada masyarakat sekitar rumah sangat di pengaruhi oleh dukungan dan persepsi masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan program penyediaan air bersih dan menjaga atau memelihara sumber air yang ada.
5.      Jamban keluarga
Jamban adalah suatu bangunan yang digunakan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran manusia dalam suatu tempat tertentu, sehingga kotoran tersebut tidak menjadi penyebab penyakit dan mengotori lingkungan. Di tinjau dari sudut kesehatan lingkungan, kotoran manusia/tinja merupakan masalah yang sangat penting. Masyarakat di sekitar rumah pada umumnya membuang tinjanya di kakus/WC.
Dan pengetahuan serta persepsi masyarakat cukup baik tentang pembuangan tinja seperti : setiap orang harus membuang tinjanya di WC, tinja yang dibuang secara sembarangan akan menjadi tempat bersarangnya beberapa jenis vector penyakit, tinja yang berserahkan akan memberikan dampak negative terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat dan masyarakat juga melibatkan dirinya untuk pengelolaan pembuangan tinja yang sehat.
6.      Perumahan
Sanitasi perumahan adalah usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan dan pengawasan terhadap struktur fisik, dimana orang menggunakan sebagai tempat berlindung yang mempengaruhi derajat kesehatan manusia. Sarana sanitasi tersebut antara lain ventilasi, suhu, kelembaban, sarana pembuangan sampah, sarana pembuangan kotoran manusia dan penyediaan air bersih.
Namun persepsi masyarakat tentang perumahan yang layak huni masih rendah yaitu sekitar 43%. Karena di lihat dari persepsi masyarakat tentang perumahan kurang baik dan kurang memahaminya seperti setiap orang harus mempunyai tempat tinggal yang layak/sehat, rumah sebagai tempat tinggal harus memenuhi syarat kesehatan, rumah yang tidak sehat akan memberikan kontribusi yang besar terhadap kejadian beberapa jenis penyakit, seharusnya juga selain pemerintah, masyarakat juga harus dilibatkan dalam penyediaan rumah yang sehat bagi masyarakat. Tapi hal itu masih minim untuk masyarakat di sekitar rumah untuk menciptakan sanitasi perumahan yang sehat dan aman.
7.      Pengelolaan lingkungan
Kesehatan lingkungan adalah karakteristik dari kondisi lingkungan yang mempengaruhi derajat kesehatan. Untuk itu kesehatan merupakan salah satu dari enam usaha dasar kesehatan masyarakat. Partisipasi masyarakat sekitar rumah masih rendah dalam melakukan upaya pengelolaan lingkungan seperti kegiatan kerja bakti atau kegiatan gotong royong, kurang mengikuti kegiatan pertemuan kepada anggota masyarakat lainnya dalam menjaga dan memelihara lingkungannya, kurang mengajak keluarga dan tetangga untuk selalu menjaga lingkungannya agar tetap sehat dan lestari, kurang memberikan ide dan masukan kepada pemerintah, kurang ikut berpartisipasi dalam mendukung kegiatan pemerintah.
8.      Perlindungan lingkungan
Partisipasi masyarakat dalam perlindungan lingkungan juga sangat kurang baik karena di lihat dari masyarakat sekitar rumah masih membuang sampah sembarangan, membuang limbah secara tidak saniter, dan tempat berkembangbiakkan berbagai vector penyakit yang rawan dari akibat buang sampah sembarangan. Partisipasi masyarakat masih rendah dalam melakukan upaya perlindungan lingkungan, tingkatnya masih sekitar 50%.

C.      Upaya Pengelolahan Lingkungan
Peran serta masyarakat di sekitar rumah dalam pengelolaan lingkungan di tunjukkan oleh keterlibatan dalam perencanaan pelaksanaan kegiatan dan kegiatan perlindungan. Dari tinjauan kehidupan masyarakat sekitar, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan masih berada pada kategori rendah sampai yang sedang yaitu sekitar 43%-63%.
Rendahnya partisipasi tersebut di sebabkan karena warga masyarakat tidak mempunyai kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh pemerintah. Warga masyarakat setempat tidak peduli karena mereka merasa tidak di ajak, tidak di beri upah, atau mereka merasa tidak mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung.

D.     Gambaran Aktivitas Untuk Menciptakan Sanitasi Lingkungan Yang Baik
1.      Mengembangkan kebiasaan atau perilaku hidup sehat
2.      Membersihkan ruangan dan halaman rumah secara rutin
3.      Membersihkan kamar mandi dan toilet secara rutin
4.      Menguras, menutup dan menimbun (3M)
5.      Tidak membiarkan adanya air yang tergenang
6.      Membersihkan saluran pembuangan air
7.      Menggunakan air yang bersih

KESIMPULAN
Persepsi masyarakat di sekitar rumah setempat tentang pengelolaan lingkungan hidup masih rendah di sebabkan kurangnya pemahaman tentang system pengelolaan lingkungan hidup. Factor social ekonomi memegang peranan penting dan sangat berpengaruh terhadap persepsi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan di sekitar rumah warga setempat.